JURUSAN SEJARAH FIS UNNES KEMBALI DATANGKAN PEMBICARA DARI LUAR NEGERI DALAM ACARA STUDIUM GENERALE


unnes fis sejarah
Dr. Hamdan Tri Atmaja (Ketua Jurusan Sejarah Unnes), Prof. Gert Oostindie (Pembicara), Mukhamad Shokheh, S. Pd., MA.

Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang sukses selenggarakan Studium General pada Jumat, 23 September 2016. Acara tersebut mengangkat tajuk “Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950” dengan Pembicara utama adalah Prof. Gert Oostindie dari University Of Leiden, Belanda.
Ketua Jurusan Sejarah Unnes, Dr. Hamdan Tri Atmaja mengatakan, kerjasama dengan lembaga lain sangat penting, mengingat Visi Unnes dan FIS adalah untuk menjadi Universitas bereputasi Internasional, dan Jurusan Sejarah menunjukan langkah nyata untuk mencapai visi tersebut. Selain itu, dalam hal keilmuan kususnya sejarah acara tersebut sangat penting dilaksanakan, karena membahas proses dekolonialisasi di Indonesia.
Suksesnya acara tersebut juga berkat dukungan Yayasan Obor. Andreas Haryono selaku perwakilan dari Yayasan Obor menjelaskan, acara semacam itu sangat diperlukan untuk pencerdasan sejarah. Selain itu Jurusan Sejarah juga menggandeng KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde) sebagai mitra dalam bidang keilmuan yang sama.
Drs. Moh. Solehatul Mustofa Mustofa, M. A. Selaku Dekan FIS Unnes juga memberikan sambutan yang sangat baik untuk acara ini. Beliau mengungkapkan bahwa acara yang bersifat akademis semacam ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan supaya dasar keilmuan mahasiswa menjadi kuat. Bukan hanya itu, beliau menegaskan bahwa upaya internasionalisasi di Unnes sekarang sedang gencar-gencarnya. FIS sebagai bagian dari keluarga besar Unnes akan terus berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita itu, salah satu caranya adalah dengan mendukung inisiasi dari Jurusan Sejarah yang telah bekerjasama dengan beberapa Universitas di Luar Negeri, salah satunya adalah University of Social Sciences and Humanities (USSH) Vietnam National University Ho Chi Minh City.

*Ditulis oleh Ganda Febri Kurniawan, Wakil Koordinator Mata Sejarah Production


EmoticonEmoticon