Tentang Cinta dan Perjuangan menurut Mata Sejarah

ruang produksi
Night at Production House
Bagi sebagian orang malam hari merupakan waktu yang romantis untuk menjalin kasih bersama keluarga maupun pasangannya. Namun tidak demikin bagi Crew Mata Sejarah. Malam hari adalah waktu yang tepat untuk menuangkan ide-ide dan karya-karya yang gemilang. Maklum saja kehidupan Crew  Mata Sejarah sudah menyerupai Habaib. Maksudnya mereka akan tidur selepas subuh dan bangun kembali menjelang siang. Dasar anak muda yang malas (Cibir sebahagian Kawan). Tapi tidak mengapa, namanya saja On Process menuju baik. Tapi asal diingat, anak-anak Mata Sejarah ini Kreatif dan Inspiratif lho.

Inspirasi mereka saat malam menjelang mulai bermunculan, "Muif Tripot" adalah pakar kelucuan di Mata Sejarah. Kelakar-kelakar yang ia lakukan dalam diam sudah cukup untuk membuat anak-anak Mata Sejarah untuk betah-betah di Ruang Produksi. Di tambah lagi dari tingkah konyol "Yasinta" yang terkadang membikin hati dan fikiran kita kaku dingin hanyut dalam tawa.
Mata Sejarah bukanlah perkumpulan jomblo kesepian, melainkan mereka merupakan sekumpulan pemuda yang memiliki cinta. Bukan saja Cinta kepada lawan jenis saja, tapi mencintai tanggungjawab adalah yang utama. karena cinta sejati adalah cinta yang dipertahankan. Begitulah yang disampaikan oleh Maha Resi "Syaiful Amin".
Dalam menuju pagi, anak-anak Mata Sejarah biasanya sibuk dengan aktifitas kreatif mereka masing-masing. dialog hanya dilakukan dalam skala humor. selebihnya mereka berdiskusi dalam diam, mencintai dalam hening, dan berbagi kasih dalam senyum. Kalau sudah seperti ini, Ruang Produksi menjadi tempat yang romantis bagi Umat Mata Sejarah.

Cinta terhadap Komunitas dan Jurusan yang mereka kobarkan adalah suplemen bagi perjuangan mereka. Mereka benar-benar meresapi makna dari sebuah perjuangan. Di atas segalanya mereka adalah pribadi-pribadi yang peduli. Maklum saja, kehidupan Crew Mata Sejarah cukup memprihatinkan. Kalau kata Ghany Maulana si "Namanya Juga Sedang Berjuang". Saya anggap itu hanya sebuah pembelaan. Kalau mau hura-hura saya rasa kita berkecukupan. Cukup baca Al Fatihah saja maksudnya :D

Tentang Cinta dan Perjuangan yang mereka lakukan adalah sebuah cita-cita yang mulia. Ruang Produksi menjadi saksi betapa mereka tidak mengenal waktu dalam berkarya. Kita doakan saja, semoga mereka (Crew Mata Sejarah) bisa mencetak Karya Sineas yang bermakna bagi sejarah dan bangsa Mahasiswa.

*Tulisan dari Elang Merah, seorang Penyair Muda yang tengah meniti karir bersama Mata Sejarah.


EmoticonEmoticon